JANGAN SEKALI-KALI MENGHAMPIRI ZINA




Nabi Musa a.s. bertanya kepada Allah S.W.T:

"Ya Tuhan, apakah seksaan untuk orang yang berzina?".

Allah S.W.T. menjawab:

"Ku kenakan kepadanya baju besi dari Neraka, Kalau diletakkan di gunung, tentu hancur".



SIAPAKAH YANG PALING JAHAT DI ANTARA IBLIS DENGAN NAFSU?



Imam Al-Ghazali berkata:

"Ketahuilah wahai manusia! Sesungguhnya nafsu yang memerintahkan kejahatan itu lebih memusuhimu daripada iblis.

Syaitan hanyalah memperalat nafsu syahwat untuk menguasaimu. Janganlah engkau tertipu oleh nafsumu dengan segala angan-angan dan kepalsuan. Watak nafsu adalah merasa aman, suka berlengah-lengah, bersuka-suka dan malas.

Setiap rayuannya adalah batil dan palsu belaka. Jika engkau rela menuruti rayuannya, hancurlah engkau, jika engkau lambat memperhitungkannya engkau tentu akan tenggelam.

Jika engkau lemah melawannya, lalu mengikuti keinginannya, tentulah dia akan melemparmu ke Neraka.

Nafsu tidak akan pernah menuju kepada kebaikan. Ia sumber bencana, Dialah markas iblis serta tempat segala keburukan yang hanya diketahui oleh Allah S.W.T.

Sesungguhnya Allah S.W.T. mengetahui segala yang engkau perbuat, baik atau pun buruk."

(Sumber: Mukasyafah Al-Qulub, tulisan Imam Al-Ghazali).


TAKUT KEPADA ALLAH S.W.T.





Tsauban r.a. berkata:
"Aku mendengarkan Rasulullah S.A.W. bersabda: 


"Sungguh, aku mengetahui orang-orang yang di hari kiamat mereka datang dengan kebaikan-kebaikan seperti gunung-gunung Tuhaimah Bidh, lalu menjadikannya sia-sia belaka".

Para sahabat bertanya:
"Wahai Rasulullah, apakah mereka itu dari kalangan kaum muslimin?",

Rasulullah S.A.W. bersabda:
"Ya, mereka dari kalangan kaum muslimin, mereka solat sebagaimana kamu bersolat, mereka juga berpuasa sebagaimana kamu berpuasa dan mereka juga rajin melaksanakan qiyamullail. Akan tetapi, apabila mereka dihadapkan dengan larangan-larangan Allah dalam keadaan sendirian, mereka melanggarnya".
(Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah).

Sungguh sangat menghairankan kalau kita hanya takut kepada Allah S.W.T. dalam beberapa waktu saja.
Hal yang dianjurkan adalah Kita mesti takut kepada Allah S.W.T. dalam setiap masa dan waktu, dalam keadaan senang dan sempit, maupun dalam keadaan rahsia ataupun terang-terangan, di hadapan manusia atau jauh dari mereka, dan pada saat manusia melalaikan Kita, sementara Allah S.W.T. tidak pernah melalaikan Kita.

Al-Andalusi berwasiat kepada anaknya: "Apabila kamu dirundung kecemasan dan kegelisahan dalam kegelapan malam, sementara nafsumu mengajakmu untuk berbuat kemungkaran, malulah kamu kepada pandangan Tuhanmu dan katakanlah kepada nafsumu itu, "Sesungguhnya Zat yang menciptakan kegelapan ini sedang melihatku".

Rasulullah S.A.W. bersabda:
"Apabila kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu".
(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim).