KEKUASAAN DAN KEAGUNGAN ALLAH S.W.T.



Dalam sebuah hadis qudsi,
Rasulullah S.A.W. bersabda bahawa Allah S.W.T. berfirman:

"Wahai hamba-Ku, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin dan manusia di antara kamu bersatu pada hati seorang yang paling bertakwa di antara kamu, maka hal itu tidak akan menambah apa pun terhadap Kekuasaan-Ku."

"Wahai hamba-Ku, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin dan manusia berada pada hati orang yang paling jahat di antara kamu, maka hal itu tidak akan mengurangkan apa pun daripada Kekuasaan-Ku"

"Wahai hamba-Ku, meskipun yang pertama dan terakhir, baik jin dan manusia, berkumpul di sebuah bukit dan bermohon kepada-Ku, lalu Aku mengabulkan permohonan mereka masing-masing, maka hal itu tidak akan mengurangkan sedikitpun apa-apa yang ada pada-Ku, kecuali seperti garam yang dicelupkan ke laut dan diangkat lagi"

"Wahai hamba-Ku, Sesungguhnya Aku mencatat amal kamu dan membalasnya. Oleh kerana itu, barangsiapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah dia memuji Allah S.W.T. Dan barangsiapa mendapatkan selain itu, maka janganlah mencela selain dirinya sendiri".

(Hadis riwayat Muslim).

NIKMAT MELIHAT ALLAH S.W.T. DI SYURGA



Dari Shuhaib r.a, Rasulullah S.A.W. bersabda, “Apabila penduduk syurga telah masuk syurga.” Nabi berkata, “Maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu tambahan dari-Ku?’. Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga dan menyelamatkan kami dari neraka?’.” Nabi berkata, “Maka Allah pun menyingkapkan hijab -yang menutupi wajah-Nya-. Dan tidaklah ada kenikmatan yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka sukai daripada memandang Rabb mereka ‘azza wa jalla.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [2/297])


Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran, di antaranya:

1) Wajib mengimani adanya syurga dan kenikmatan yang ada di dalamnya serta mengimani adanya neraka dan kesengsaraan yang ada di dalamnya

2) syurga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan, sedangkan Neraka adalah tempat yang penuh dengan kesengsaraan

4) Penetapan bahawa Allah S.W.T. berkata-kata

5) Kenikmatan paling agung adalah memandang wajah Allah ta’ala.


Allah ta’ala berfirman (yang ertinya), “Ketika hari itu wajah-wajah berseri, mereka memandang kepada Rabb mereka.” (QS. al-Qiyamah: 22-23).

Abu Shalih meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, beliau menafsirkan ayat ini, “iaitu melihat wajah Rabb mereka ‘azza wa jalla.” (lihat Syarh Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 190).

Allah ta’ala juga berfirman (yang ertinya), “Bagi mereka -penduduk syurga- apa saja yang mereka inginkan di dalamnya -di syurga- dan di sisi Kami masih ada tambahan -nikmat-.” (QS. Qaaf: 35).

ath-Thabari meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan Anas bin Malik r.a, mereka mengatakan, “Maksudnya -tambahan nikmat- adalah memandang wajah Allah ‘azza wa jalla.” (lihat Syarh Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 190).

Inilah yang difahami oleh para sahabat, di antaranya: Abu Bakar, Hudzaifah, dan Abu Musa al-Asy’ari r.a, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah (lihat Syarh Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 191).

Maka senikmat-nikmat apapun pemandangan di dunia, maka melihat wajah Allah di akhirat kelak jauh lebih nikmat di atas segala-galanya, semoga Allah menganugerahkan nikmat itu kepada kita…
6) Orang-orang beriman akan merasakan kenikmatan memandang wajah Allah di akhirat kelak. Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa orang-orang beriman akan melihat Allah di akhirat adalah hadits-hadits yang mutawatir. Ada sekitar tiga puluh orang sahabat yang meriwayatkan hal ini (lihat Syarh Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 193-194).

7) Mengimani adanya hari kebangkitan setelah kematian


8) Mengimani perkara ghaib sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi S.A.W.

9) Mengimani adanya pembalasan amal

10) Targhib (motivasi) agar manusia taat kepada Allah S.W.T. dan Rasul-Nya serta tarhib (ancaman) agar manusia tidak durhaka kepada Allah S.W.T. dan Rasul-Nya. Karena orang yang taat akan masuk syurga, sedangkan orang yang durhaka akan masuk neraka.

11) Di syurga manusia memiliki rasa cinta (mahabbah)

12) Kenikmatan di syurga itu bertingkat-tingkat

13) Rasulullah S.A.W. menyampaikan wahyu dari Allah S.W.T, maka kita wajib membenarkannya dan tidak boleh mendustakan atau meragukannya

14) Semestinya manusia itu berfikir ke depan, bagaimanakah nasibnya kelak di akhirat. Apakah dia ingin termasuk penghuni neraka atau penduduk syurga? Sehingga dia akan memanfaatkan waktunya di dunia ini sebaik-baiknya demi menggapai kebahagiaan yang sebenarnya

15) Kenikmatan dunia ini tidak ada nilai apabila dibandingkan dengan kenikmatan di akhirat

16) Bodoh sekali orang yang menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia yang fana

BAHAYA MENUNDA TAUBAT


Allah S.W.T berfirman di dalam Al-Quran,
"Maka adakah mereka berasa aman daripada azab Allah (yang tidak terdugai? Tiadalah yang berasa aman daripada azab Allah kecuali orang-orang yang rugi".
(Al-A'raaf: 99).

Allah S.W.T berfirman di dalam Al-Quran,
"Hai orang orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu daripada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat - malaikat yang kasar dan yang keras, yang tidak menderhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan yang diperintahkan".
(At-Tahriim: 6).

 Allah S.W.T berfirman di dalam Al-Quran,
"Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah, Sesungguhnya Allah mengampuni dosa - dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhan kamu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepada kamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik - baik apa yang telah diturunkan kepada kamu daripada Tuhan kamu sebelum datang azab kepada kamu dengan tiba-tiba , sedang kamu tidak menyedarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan, " Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam ( menunaikan kewajipan) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah), atau supaya jangan ada yang berkata, " Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa".
(Az-Zumar: 53 - 57).

Sabda Rasulullah S.A.W,
"Sesungguhnya Allah S.W.T menerima taubat seorang hamba selama belum dalam keadaan Sakaratulmaut".
(Riwayat Tirmizi dalam kitab Dakwah 45).